Polisi Turki Tangkap 6 Orang Terkait Penembakan Dubes Rusia

Polisi Turki Tangkap 6 Orang Terkait Penembakan Dubes Rusia

Dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/12/2016), ibunda, ayah dan saudara perempuan pelaku, serta dua kerabatnya telah ditangkap polisi di Provinsi Aydin. Ibu dan saudara perempuan pelaku dimintai keterangan oleh polisi, sejak Senin (19/12) malam waktu setempat.

Satu orang lainnya yang ditangkap adalah teman yang tinggal satu apartemen dengan pelaku di Ankara. Namun, identitas orang-orang yang ditangkap terkait kasus ini tidak dirilis ke publik. Peran orang-orang itu dalam kasus ini juga tidak dijelaskan lebih lanjut.

Motif di balik pembunuhan ini masih diselidiki. Namun pelaku sempat meneriakkan kata-kata “Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Suriah!” dalam bahasa Turki serta seruan ‘Allahu akbar’ saat beraksi.

Altintas diketahui bekerja sebagai polisi antihuru-hara di Ankara selama 2,5 tahun dan sedang tidak bertugas saat penembakan terjadi. Altintas yang mengenakan setelan jas rapi warna hitam lengkap dengan dasi ini, berdiri di belakang Dubes Karlov yang sedang berpidato di sebuah galeri seni di Ankara.

Tiba-tiba, Altintas melepas tembakan ke arah punggung Dubes Karlov sebanyak lima kali. Tembakan itu menumbangkan Dubes Karlov, yang nyawanya tidak bisa diselamatkan petugas medis yang tiba di lokasi.

Sedangkan Altintas sendiri akhirnya tewas ditembak polisi setempat, setelah sempat terlibat baku tembak.

Hingga Selasa (20/12) pagi waktu setempat, kepolisian Turki masih mondar-mandir di sekitar galeri seni yang menjadi lokasi kejadian. Garis polisi masih dipasang di lokasi penembakan.

Otoritas Turki meyakini bahwa Altintas merupakan bagian dari jaringan Organisasi Teroris Fethullah (FETO) yang dipimpin oleh ulama ternama Fethullah Gulen yang kini menetap di Pennsylvania, Amerika Serikat. Bahkan Wali Kota Ankara, Melih Gokcek, menuding Gulen merencanakan pembunuhan Dubes Rusia ini.

Dalam pernyataannya, Gulen melontarkan kecaman untuk pembunuhan ini dan meminta pemerintah Turki menangkap pihak yang bertanggung jawab.

About author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *