Pemprov Tak Akan Hapus ‘Utang’ Penghuni Rusun yang Tunggak Iuran

Pemprov Tak Akan Hapus ‘Utang’ Penghuni Rusun yang Tunggak Iuran

Seputarinformasi.com- Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menegaskan tidak akan melakukan pemutihan atau penghapusan tunggakan iuran para penghuni rumah susun (rusun). Penghapusan ‘utang’ itu disebut bukan kebijakan yang mendidik masyarakat.

“Pemutihan, penghapusan itu tidak mendidik. Karena orang harus diberikan tanggung jawab. Kecuali amat sangat terpaksa itu lain lagi. Karena ini suatu kebijakan teknis. Untuk penghapusan harus dirapikan, tapi arah ke sana untuk sementara saya tangguhkan. Karena arahnya tetap membuat masyarakat disiplin,” kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).

Tunggakan tersebut menurutnya terjadi karena para penghuni rusun mayoritas adalah warga yang terkena dampak penggusuran yang tidak memiliki penghasilan. Pria yang akrab disapa Soni ini berjanji akan enyediakan lapangan pekerjaan untuk warga penghuni rusun.

“Memang kunci mendasarnya adalah pemerintah provinsi DKI harus menciptakan lapangan kerja buat mereka, itu kata kuncinya. Kalau nganggur gimana bisa ngangsur,” sambung Soni.

Selain masalah tunggakan iuran penghuni, masih ada 2 masalah lainnya yang berkaitan dengan rusun.

“Problem rusun itu ada 3. Pertama rusun yang kemarin distop bagaimana kita membangun kembali, meneruskan. Kedua, rusun baru yang sekarang dianggarkan di 2017 supaya tidak terulang seperti kasus rusun yang sebelumnya. Karena yang menunggu sudah banyak. Dan target kita sekitar 10.550 yang harus ditampung di rusun. Yang ketiga adalah soal manajemen rusun. Termasuk iuran yang nunggak-nunggak,” jelasnya.

About author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *