Melihat Program Agus, Ahok, dan Anies di Bidang Pemberdayaan Warga

Seputarinformasi.com –Meski jarang jadi sorotan, pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan, RW, dan RT menjadi perhatian warga di tengah adu program calon gubernur DKI Jakarta.

Sejumlah warga berharap pemimpin Jakarta mendukung kegiatan masyarakat yang selama ini sudah berjalan, seperti perbaikan infrastruktur lingkungan, karang taruna, maupun pelatihan-pelatihan.

Apa program yang ditawarkan tiga calon gubernur DKI Jakarta di bidang itu?

Agus-Sylviana

Bila menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, Agus akan memberikan anggaran Rp 1 miliar per RW per tahun. Program ini berdasarkan banyaknya keluhan kepada Agus dari para komunitas yang kurang mendapatkan perhatian dan pemberdayaan saat di lapangan.

Padahal, kata dia, komunitas warga merupakan garda terdepan yang paling mengetahui permasalahan dan kebutuhan masyarakat di lingkungannya.

Anggaran itu untuk menjadikan komunitas sebagai basis pembangunan Jakarta.

Agus membantah bila programnya itu adalah bagi-bagi uang. Ia berpendapat, warga bisa mengelola sendiri dana yang dianggarkan untuk melakukan kegiatan dan memperbaiki infrastruktur di wilayahnya.

“Ini bottom up, masyarakat paling tahu permasalahan yang mereka hadapi. Permasalahan di satu komunitas tidak sama,” kata Agus.

Ahok-Djarot

Sejak kampanye dimulai, pasangan Ahok-Djarot rajin blusukanmeninjau permukiman warga. Solusi pasangan nomor dua bagi jalan rusak, saluran mampet, maupun kali kotor adalah melapor ke satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait melalui Qlue agar segera ditangani.

Terkait dengan program sosial, dalam visi misinya, Ahok menekankan perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas. Ia menyebut infrastruktur dan pelayanan publik dalam berbagai sektor, seperti pendidikan dan transportasi, harus lebih mengakomodasi mereka yang berkebutuhan khusus.

Dalam program kebudayaan dan pariwisatanya, Ahok juga mencantumkan perlunya menjadikan kantor wali kota, lurah, dan camat sebagai tempat hiburan masyarakat secara reguler dengan pengelolaan PKL yang tertata rapi dan pertunjukan seni pada akhir pekan.

Pusat kebudayaan terpadu di tingkat lokal juga akan dibangun untuk tempat berkumpulnya pegiat dan penikmat seni. Ia juga menjanjikan pembinaan atlet-atlet berprestasi.

Adapun RPTRA yang kini diupayakan untuk ada di setiap RW juga akan jadi sentra kegiatan masyarakat.

Anies-Sandiaga

Berbeda dengan Agus yang menyerahkan dana sepenuhnya untuk dikelola warga, Anies melihat bahwa kebutuhan masyarakat tak semata soal materi. Ia menekankan perlu adanya dukungan dari pemerintah bagi warganya.

Anies menyebut jika dana diserahkan begitu saja, itu akan habis untuk perayaan tahunan seperti lomba 17 Agustus. Padahal, pembangunan manusia yang selama ini masih kurang, kata Anies, dapat dihidupkan melalui kegiatan yang tepat sasaran bagi kebutuhan warga setempat.

Ia mencontohkan pelatihan membuat riwayat hidup bagi para pemuda. Jika terpilih sebagai gubernur, Anies akan mengalokasikan dana bagi tiap wilayah, yang kemudian bisa dicairkan melalui inisiatif pengajuan kegiatan oleh warganya.

Bisa juga pemerintah menjalin kemitraan dengan berbagai instansi untuk kegiatan pemberdayaan. Lima elemen masyarakat yang akan jadi perhatian Anies adalah karang taruna, PKK, majelis taklim, serta RT dan RW.

Anies mengatakan akan segera mengumumkan program itu dalam satu paket. Ia tak menyebutkan besaran atau persentase alokasi dari APBD. Anies hanya memastikan program itu tak menyedot ongkos besar dari pengeluaran pemerintah.

Adapun perbaikan fisik lingkungan, kata Anies, dapat terwujud melalui sistem birokrasi yang transparan. Ia menginginkan warga dapat mengetahui perencanaan dan kerja kelurahan, seperti perbaikan jalan, pembangunan turap, dapat diketahui anggaran dan pelaksanaannya melalui aplikasi.

“Kegiatan tidak cukup hanya peningkatan bangunan fisik, tetapi pengembangan kualitas manusia,” katanya.(Mrj)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*